LUMAJANG – Kolaborasi antara MI Nurul Huda dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIT Muhammadiyah Lumajang mulai dibangun melalui kegiatan observasi dan koordinasi sebagai langkah awal penyusunan program pengabdian yang berbasis kebutuhan sekolah. Kegiatan ini menjadi fondasi dalam merancang program pembelajaran yang tidak hanya kreatif, tetapi juga mendukung penguatan karakter peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi dan permohonan izin kepada Kepala MI Nurul Huda, Subhan, pada 20 Juli 2026. Selanjutnya, pada 27 Juli 2026 mahasiswa melakukan koordinasi bersama guru mata pelajaran Prakarya, Robik, untuk menggali informasi mengenai kondisi pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan sekolah yang dapat dikembangkan melalui program KKN.
Melalui observasi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai potensi dan kebutuhan madrasah sebagai dasar penyusunan program kerja yang lebih tepat sasaran. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik dan mendukung proses pembelajaran di sekolah.
Berdasarkan hasil koordinasi, mahasiswa merancang program Pelatihan Pembuatan Gantungan Kunci dari Kawat Bulu sebagai media pembelajaran yang mengembangkan kreativitas peserta didik. Selain melatih keterampilan tangan, kegiatan ini juga dirancang untuk menanamkan nilai-nilai karakter Islami, seperti ketelitian, tanggung jawab, kesabaran, serta kerja sama dalam menyelesaikan sebuah karya.
Kepala MI Nurul Huda, Subhan, menyambut baik kolaborasi yang dibangun bersama mahasiswa KKN STIT Muhammadiyah Lumajang.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN di MI Nurul Huda. Semoga program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik sekaligus mendukung proses pembelajaran di madrasah," ujarnya.
Bagi mahasiswa KKN, kegiatan observasi bukan sekadar tahap awal pelaksanaan program, tetapi juga menjadi proses pembelajaran untuk memahami kebutuhan sekolah sebelum merancang kegiatan pengabdian. Pendekatan tersebut mencerminkan pentingnya perencanaan berbasis kebutuhan agar setiap program yang dilaksanakan mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik.
Pada tahap selanjutnya, mahasiswa akan mempersiapkan alat, bahan, serta teknis pelaksanaan pelatihan kerajinan tangan tersebut. Program ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat kreativitas, keterampilan, dan karakter Islami peserta didik melalui kegiatan yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan madrasah.
Jurnalis Nuzulatul Fitriyah